Tentang Kami

UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

RUMAH SAKIT TOELOENGREDJO

Jl. A. Yani No 25 Pare – Kediri


Dalam Undang – Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan bahwa sudah menjadi kewajiban rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan harus aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan mengutamakan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit. Pada Undang – Undang Republik Indonesia yang sama disebutkan pula bahwa rumah sakit wajib menerapkan standar keselamatan pasien, yaitu melalui pelaporan insiden, menganalisa, dan menetapkan pemecahan masalah dalam rangka menurunkan angka kejadian yang tidak diharapkan.

Upaya peningkatan mutu, baik pada elemen struktur/input, proses dan outcome, pada  area mutu klinis, area mutu manajemen, area sasaran keselamatan pasien dan standar pelayanan minimal untuk masing – masing unit kerja, sudah merupakan prioritas program upaya mutu di RS Toeloengredjo. Pada program tahun 2017 ini, Kepala Rumah Sakit Toeloengredjo sudah menentukan area prioritas yaitu rawat inap.

Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RS Toeloengredjo pada tahun 2017 secara garis besar meliputi program peningkatan mutu pelayanan, peningkatan mutu SDM dan peningkatan mutu sarana dan prasarana. Antara lain kegiatan monitoring Clinical Pathway, Indikator Mutu Kunci (klinis, manajemen, sasaran keselamatan pasien, unit kerja, surveilance PPI), Keselamatan Pasien (Insiden Keselamatan Pasien, Manajemen Risiko, FMEA), Penilaian Kinerja (rumah sakit, unit kerja, para pimpinan rumah sakit, tenaga profesi, staf), Evaluasi Kontrak & perjanjian lainnya, Diklat PMKP, Program PMKP di unit kerja, Pencatatan & Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi kegiatan PMKP.

Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan metode PDSA (Plain – Do – Study – Action),  dan untuk mencapai dan mempertahankan peningkatan dilaksanakan melalui pendekatan peningkatan mutu berkelanjutan (Continuous Quality Improvement).

INDIKATOR AREA KLINIS :

NO

AREA

PENGUKURAN

STANDAR

1

 Asesmen terhadap area klinik

 Angka ketidaklengkapan asesmen medis rawat inap kurang dari 24 jam

0 %

2

 Pelayanan laboratorium

 Kejadian kesalahan penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium

0 kejadian

3

 Pelayanan radiologi dan diagnostic imaging

 Angka tidak dilakukannya ekspertise hasil pemeriksaan radiologi oleh dr spesialis radiologi

0%

4

 Prosedur bedah

 Angka ketidaklengkapan Persetujuan Tindakan Kedokteran

0%

5

 Penggunaan antibiotika dan obat lainnya

 Angka penggunaan antibiotika ganda pada pasien rawat jalan

≤ 2 %

6

 Kesalahan medikasi dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC)

 Kejadian kesalahan pemberian obat

0 Kejadian

7

 Anestesi dan penggunaan sedasi

 Kejadian  ketidaklengkapan asesmen pra anestesi

0 kejadian

8

 Penggunaan darah dan produk darah

 Kejadian kesalahan pemberian produk darah

0 kejadian

9

 Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan medik

 Angka tidak tersedianya  DRM rawat jalan  

≤ 2%

10

 Pencegahan dan kontrol infeksi, surveilans dan pelaporan

 Angka infeksi luka infus

< 3%

 

INDIKATOR AREA MANAJEMEN :

NO

AREA

PENGUKURAN

STANDAR

1

Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat untuk memenuhi kebutuhan pasien

kejadian kekosongan obat/alkes/cairan infus dalam 1 bulan

0 Kejadian

2

Pelaporan yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan

Kejadian keterlambatan waktu laporan RS (RL) > tgl 10

0 Kejadian

3

Manajemen risiko

Angka ketidaklengkapan penulisan identitas pasien di resep rawat inap

0%

4

Manajemen penggunaan sumber daya

Kejadian kerusakan alat autoanalyzer sehingga menghambat pelayanan dalam 1 bulan

0 kejadian

5

Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga

Survei kepuasan pasien rawat inap

> 90%

6

Harapan dan kepuasan staf

Tingkat kepuasan staf RS

> 80%

7

Demografi pasien dan diagnosis klinik

Pola 10 penyakit utama pada rawat inap

 

8

Manajemen keuangan

Jumlah klaim pasien BPJS bulan N-1 yang dapat ditagihkan sebelum  tgl 25

100 %

9

Pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien, keluarga pasien dan staf

Pemahaman staf terhadap proses evakuasi

 100 % paham

 

SASARAN KESELAMATAN PASIEN

NO AREA

PENGUKU RAN

STANDAR

1

 Ketepatan Identifikasi Pasien

 Kejadian pasien tanpa gelang identitas

0 Kejadian

2

 Peningkatan Komunikasi yang Efektif

 Angka ketidaklengkapan verifikasi LACABAK  dalam berkas RM RI

0%

3

 Peningkatan Keamanan Obat yang Perlu diwaspadai

 Kejadian ditemukannya Obat High Alert yang disimpan tidak sesuai standart

0 kejadian

4

 Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi

 Kejadian  ketidaklengkapan formulir penandaan lokasi operasi

0 kejadian

5

 Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan  Kesehatan

 Survei pada pasien mengenai kepatuhan petugas dalam mencuci tangan

100 % patuh

6

 Pengurangan Risiko Pasien Jatuh

 Angka tidak dilakukannya asesmen ulang pasien jatuh

0 %

Indikator – indikator tersebut diatas sudah dilakukan monitoring sejak bulan Juni 2017 dan untuk memastikan data yang dikumpulkan dapat dipertanggung jawabkan maka dilakukan validasi data. Beberapa indikator yang sudah dilakukan validasi dan dapat di publikasikan adalah sebagai berikut:

NO

STANDAR PMKP

INDIKATOR

AREA

HASIL PEMANTAUAN RIIL (%)

HASIL PEMANTAUAN DATA SAMPLING VALIDASI (Second Abstractor)(%)

% First Abstractor dengan Second Abstractor

KET (Valid = jika nilai validasi≥ 90%)

1

 PMKP Manajemen 5

Survei kepuasan pasien rawat inap

Rawat Inap

92 %

96 %

95.8 %

VALID

2

 PMKP Klinis 10

Angka infeksi luka infus

Rawat Inap

3.47 %

3.63 %

95.45 %

VALID

Kediri, 20 Juli 2017

Tim Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien

 

dr. Yetty Nusaria NI, MMRS

Ketua

Mengetahui,

RUMAH SAKIT TOELOENGREDJO

 

dr. Anna Rahmawati

Kepala Rumah Sakit

img

Sambutan oleh Dr. Anna Rahmawati

Assalamualaikum Wr. Wb.
Rumah Sakit HVA Toeloengrejo adalah Rumah Sakit Umum tipe C yang berada di bawah naungan PT Nusantara Medika Utama. Motto kami yaitu "Pelayanan Profesional Sepenuh Hati".
Dalam kondisi persaingan yang semakit ketat, RS HVA Toeloengrejo dituntut untuk peka menangkap dan menyaring opini yang berkembang di masyarakat. Dari hari ke hari RS terus melakukan penyesuaian untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari peningkatan kualitas dan penambahan SDM, pengembangan layanan, penambahan sarana dan prasarana maupun penambahan kerjasama dengan stakeholder terkait. Sampai saat ini RS HVA terus berusaha melakukan upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien dengan memberikan pelayanan berbasis patient-centered care.
Berbagai masukan dari masyarakat sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan RS. RS HVA Toeloengrejo diharapkan menjadi RS pilihan masyarakat yang mengutamakan peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Semoga Allah SWT memberkahi langkah kita, Amin.

Visi

Menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat yang mengutamakan peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Misi

  1. Menyediakan layanan kesehatan yang bermutu tinggi melebihi harapan pelanggan dengan mengutamakan keselamatan pasien.
  2. Meningkatkan kompetensi dan profesionalitas sumber daya manusia.
  3. Mengembangkan fasilitas rumah sakit berdasarkan kebutuhan masyarakat.
  4. Memotivasi karyawan untuk bekerja dalam tim dengan dedikasi tinggi dan inovatif.
  5. Menyediakan lingkungan rumah sakit yang aman dan menunjang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
  6. Mewujudkan rumah sakit berwawasan lingkungan.

Nilai Perusahaan

  1. Team Work
    Meningkatkan kerjasama demi kepuasan pelanggan.
  2. Integrity
    Memberikan pelayanan terbaik sesuai kode etik yang berlaku.
  3. Profesionalisme
    Melaksanakan tugas sesuai standar profesi.
  4. Respect
    Melayani semua orang dengan sopan, jujur, terbuka dan rendah hati.
  5. Inovation
    Selalu melakukan perubahan dan perbaikan berkelanjutan.
  6. Social Responsibility
    Memiliki kontribusi terhadap pembangunan kesehatan dan social masyarakat disekitar unit kerja.

Logo dan Motto

logo

Pelayanan Profesional Sepenuh Hati

Rumah Sakit Toeloengredjo merupakan rumah sakit umum tipe C yang beralamat di jalan Ahmad Yani 25 Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur Indonesia. Telp 0354 391145 - 391047 - 394970, Fax: 0354 - 598911 dengan alamat e-mail rstoel@yahoo.co.id dan memiliki Hot Line Service Hallo HVA dengan No telp 082230309494.

Rumah Sakit Toeloengredjo sudah terakreditasi 5 pelayanan dasar untuk Pelayanan Administrasi, Pelayanan Rekam Medik, Pelayanan Instalasi Gawat Darurat, Pelayanan Medik dan Pelayanan Keperawatan pada tahun 2011 dengan kapasitas tempat tidur pasien sebanyak 160 tempat tidur. Rumah Sakit ini memberikan beragam jenis pelayanan medis, antara lain poliklinik umum, poliklinik gigi dan mulut, poliklinik spesialis, Sub divisi Gawat Darurat, Kamar operasi. Kebidananan serta rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP dan VVIP yang dilengkapi pelayanan laboratorium, radiologi, farmasi, fisioterapi, anestesi, gizi dan klinik kecantikan

Sejarah RS HVA Toeloengrejo

Rumah Sakit Toeloengredjo didirikan pada tahun 1908 oleh perkumpulan dagang di negeri Belanda yaitu HVA yang merupakan singkatan dari HANDLESS VENEREGING AMSTERDAM ( HVA ). Rumah Sakit Toeloengredjo pada masa itu dikenal dengan Rumah Sakit HVA. Rumah Sakit Toelongredjo berdiri di tengah-tengah perusahaan pabrik-pabrik gula milik HVA yang tersebar di wilayah Kediri, Nganjuk, Jombang dan Tulungagung.

Foto RS HVA Toeloengrejo pada masa Belanda.

Pada awalnya fungsi Rumah Sakit Toeloengredjo adalah sebagai tempat pengobatan bagi bangsa Belanda dan kaum pribumi yang bekerja di pabrik-pabrik milik HVA yang kemudian berkembang untuk melayani pengobatan orang sakit di sekitarnya.

Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Kemudian Rumah Sakit Toeloengredjo dikuasai oleh bangsa Indonesia dan selanjutnya bernaung di bawah badan penyelenggaraan perusahaan gula yang berpusat di Solo dan memiliki kantor di Kediri. Pada tahun 1957 dalam rangka TRIKORA semua perkebunan dan perusahaan milik Belanda diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia dan RS Toeloengredjo dikelola oleh PTP XXI-XXII yang berkantor di Surabaya. PTP XXI-XXII membawahi dua rumah sakit yaitu , yaitu Rumah Sakit Gatoel di Mojokerto dan Rumah Sakit Toeloengredjo .

Foto RS HVA Toeloengrejo jaman dahulu.

Pada 14 Pebruari 1996 pemerintah melakukan merger terhadap PTP XXI-XXII, PTP IX, PTP XXVII dan berganti nama PTP Nusantara X, dan mempunyai satu rumah sakit lagi, yaitu Rumah Sakit Jember Klinik di Jember. Pada tahun 1998, kepemimpinan Rumah Sakit Toeloengredjo serahkan kepada dr Bambang Samodra SW, Mkes .Pada tanggal 16 Oktober 2002, kepemimpinan Rumah Sakit Toelongredjo digantikan oleh dr. IBNU GUNAWAN. Tahun 2013, PTP Nusantara X membentuk anak perusahaan dengan nama PT Nusantara Medika Utama yang membawahi 3 Rumah Sakit, yaitu : Rumah Sakit Toeloengredjo di Pare, Rumah Sakit Gatoel di Mojokerto, Rumah Sakit Jember Klinik di jember .PT Nusantara Medika Utama, dipimpin oleh DR. dr. Ibnu Gunawan MM sebagai direktur utama. Sebagai kepala rumah sakit diangkat dr. Noer Evaliana, setelah itu digantikan dr. Ana Rahmawati pada tahun 2016.

Foto RS HVA Toeloengrejo sekarang.
img

dr. Anna Rahmawati

Kepala Rumah Sakit

img

dr. Yetty Nusaria NI

KADIV. Pelayanan Medis

img

Achmad Sidarto, Amd.Ft.

KADIV. Penunjang Medis

img

Nunik Herawati,S.Kep.Ns

KADIV. Keperawatan

img

Drg. Menis Rahmawati

KADIV. MASBANG

img

Sukandari, SE

KADIV. AK&S

337
Dokter dan Pegawai
160
Tempat Tidur
24
Jam Pelayanan
110
Tahun Berdiri